Jumat, 26 Maret 2010

dygta-kesepian

Dygta – Kesepian


kurindu disayangi

sepenuh hati

sedalam cintaku

setulus hatiku


kuingin memiliki

kekasih hati

tanpa air mata

tanpa kesalahan


*

bukan cinta

yang melukai diriku

dan meninggalkan hidupku

lagi


tolonglah aku

dari kehampaan ini

selamatkan cintaku

dari hancurnya hatiku

hempaskan kesendirian

yang tak pernah berakhir


bebaskan aku

dari keadaan ini

sempurnakan hidupku

dari rapuhnya jiwaku

adakah seseorang

yang melepaskanku

dari kesepian ini


back to *


adakah seseorang

yang melepaskanku

dari kesepian ini



Lirik lagu Dygta – Kesepian ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Dygta – Kesepian.

Tidak ada komentar:

oneshouts

ShoutMix chat widget

Sejarah kota Sumedang

Sejarah Sumedang(1)

….(Sumber artikel dari ‘wikipedia Indonesia’)

Kerajaan Sumedang Larang

Kerajaan Sumedang Larang adalah salah satu kerajaan Islam yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-15 Masehi di Jawa Barat, Indonesia. Popularitas kerajaan ini tidak sebesar popularitas kerajaan Demak, Mataram, Banten dan Cirebon dalam literatur sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Tapi, keberadaan kerajaan ini merupakan bukti sejarah yang sangat kuat pengaruhnya dalam penyebaran Islam di Jawa Barat, sebagaimana yang dilakukan oleh Kerajaan Cirebon dan Kerajaan Banten.


Daftar isi

1 Sejarah

2 Asal-mula nama

3 Pemerintahan berdaulat

3.1 Prabu Agung Resi Cakrabuana (950 M)

3.2 Ratu Pucuk Umun dan Pangeran Santri

3.3 Prabu Geusan Ulun

4 Pemerintahan di bawah Mataram

4.1 Dipati Rangga Gempol

4.2 Dipati Rangga Gede

4.3 Dipati Ukur

5 Pembagian wilayah kerajaan

6 Peninggalan budaya

Sejarah

Kerajaan Sumedang Larang (kini Kabupaten Sumedang) adalah salah satu dari berbagai kerajaan Sunda yang ada di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Terdapat kerajaan Sunda lainnya seperti Kerajaan Pajajaran yang juga masih berkaitan erat dengan kerajaan sebelumnya yaitu (Kerajaan Sunda-Galuh), namun keberadaan Kerajaan Pajajaran berakhir di wilayah Pakuan, Bogor, karena serangan aliansi kerajaan-kerajaan Cirebon, Banten dan Demak (Jawa Tengah). Sejak itu, Sumedang Larang dianggap menjadi penerus Pajajaran dan menjadi kerajaan yang memiliki otonomi luas untuk menentukan nasibnya sendiri.

Asal-mula nama

Kerajaan Sumedang Larang berasal dari pecahan kerajaan Sunda-Galuh yang beragama Hindu, yang didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Aji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pajajaran, Bogor. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan. Yang pertama yaitu Kerajaan Tembong Agung (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur) dipimpin oleh Prabu Guru Aji Putih pada abad ke XII. Kemudian pada masa zaman Prabu Tajimalela, diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti menerangi alam, Prabu Tajimalela pernah berkata “Insun medal; Insun madangan”. Artinya Aku dilahirkan; Aku menerangi. Kata Sumedang diambil dari kata Insun Madangan yang berubah pengucapannya menjadi Sun Madang yang selanjutnya menjadi Sumedang. Ada juga yang berpendapat berasal dari kata Insun Medal yang berubah pengucapannya menjadi Sumedang dan Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingnya.